SURAT TERBUKA UNTUK SAHABATKU

Posted on Updated on

surat-menyurat

Dear sahabatku,

Menyaksikan dirimu disakiti oleh orang yang katanya dulu mencintaimu itu, sungguh juga membuat hatiku ngilu dan terasa teriris. Betapa mudahnya matamu berkaca-kaca ketika menceritakannya padaku. Meski aku tidak mengusap air matamu dan membelai punggungmu, percayalah, Aku ada di sisimu. Sebagai seorang sahabat yang akan menguatkanmu, mencoba mengangkatmu dari masa-masa terpurukmu yang disebabkan oleh orang yang kamu cintai. Katanya dia mencintaimu, tapi apakah ini perbuatan seseorang yang mencintai? Jelas dia sangat mengada-ngada kalau seperti itu. Mungkin dia bersikap tidak adil padamu, tapi pernahkah ada yang bilang padamu, bahwa hidup di dunia ini memang tidak pernah adil? Yang kuat menindas yang lemah, yang kaya mencibir yang miskin, dan yang mencintai disakiti oleh yang dicintai. Begitulah kawan hukumnya kalau hidup di dunia ini. Kalau kamu tidak suka, memangnya siapa yang suka? Kalau kamu ingin protes, pada siapa emangnya kamu ingin protes? Tuhan? Memangnya tuhan punya alasan untuk mengabulkan protesmu?

Begini, siapa sih kawan yang tidak sakit hatinya jika diperlakukan oleh orang yang dicintainya seperti kamu sekarang ini? Sedih, tentu saja. Itu harus, karena sebagai seorang manusia, kita harus merasakannya. Itulah yang dinamakan dengan perasaan. Mungkin, itu jugalah yang telah memudar dari dirinya. Perasaan. Tapi pesanku, jangan berlebihan dan berlarut-larut dalam kesedihanmu. Karena itu tidak baik bagi dirimu, keluargamu, dan orang-orang yang menyayangimu.

Jika kamu sedih karena perpisahan dan berakhirnya hubunganmu dengan dirinya, harusnya kamu sudah mengantisipasinya dari awal ketika kamu baru memulai semua itu dengan dirinya. Karena ketika ada pertemuan, tentu akan ada perpisahan. Ketika menjalin sebuah hubungan, resiko yang paling dekat dengannya adalah berakhirnya hubungan itu sendiri. Itulah yang dinamakan orang-orang dengan hukum sebab akibat. Dan sekarang, hukum itu masih berlalu dengan baik. Di mana pun dan kapan pun. Jadi tidak ada alasan bagimu untuk terus berlarut-larut dalam kesedihan memikirkannya. Toh dia saja belum tentu memikirkan semua itu kan?

Sebagai seorang sahabat, tentu aku hanya bisa menghiburmu dengan kekonyolan-kekonyolanku yang tidak ada habisnya. Mungkin di saat-saat tertentu kamu merasa terhibur dan beban dihatimu terasa berkurang, atau pun itu malah menambah semuanya. Aku tidak tahu, hanya saja, sebagai teman, aku siap pasang kuping untuk mendengarkan curahan hatimu, dan menyediakan waktu untuk keluh kesahmu.

Jadikanlah kejadian ini sebagai pembelajaran yang berharga bagimu, dan berterimakasihlah kepadanya. Baik karena ia pernah memberikan kenangan-kenangan indah saat bersamanya, maupun rasa sakit yang diberikannya padamu itu. Kenapa? karena sebelum kamu jatuh kerlalu dalam, ia telah menunjukkan jati dirinya yang sesungguhnya padamu, sehingga semua itu berkahir dengan cepat. Dan dengan kejadian ini, mungkin tuhan ini menunjukkan padamu beberapa tipe orang yang ada di dunia ini ketika menjalin sebuah hubungan, sebelum kamu menemukan seseorang yang benar-benar diciptakannya untukmu kelak. Bersyukurlah akan hal itu.

Mungkin ini bisa dikatakan bahwa Kamu terluka oleh cinta. Tapi di dunia ini siapa sih yang tidak pernah terluka karena cinta? Apa yang Kamu alami adalah apa yang semua orang alami juga. Jangan takut, jangan melihatnya sebagai masalah besar. Yang perlu Kamu lakukan adalah mencoba dan melihat ke luar, Kamu akan mengerti.

Tutuplah lembaran buruk ini. Dan bukalah lembaran baru. Kamu tidak harus melupakannya, karena selain rasa sakit, bukankah dulu juga ada masa-masa indah? Jika kamu melupakannya karena rasa sakitmu itu, bukankah masa-masa indah itu juga akan ikut tergerus? Kemudian menghilang. Dan kamu tidak mendapatkan apa-apa dari sisa hubunganmu dengan dirinya. Paling tidak, dengan mengingatnya, kamu mendapatkan pelajaran yang begitu berharga dalam menjalin sebuah hubungan. Jadi, tutuplah lembar-lembaran suram ini, dan berbahagialah sahabatku. Masih banyak yang lainnya jika kamu ingin bahagia. Bukan dia satu-satunya pintu untuk menuju kebahagiaan bukan? Yang terpenting, “Jika kamu tidak dapat menghindari situasi, maka sambutlah hal-hal yang harus kamu hadapi dengan tangan terbuka”.

Sahabatmu.

Padang, 2015.05.20 23:31

Pria tangguh anti galau yang suka belai poni.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s