Cowok or Cewek?

Posted on Updated on

96180_620

Pada kesempatan kali ini, saya ingin sedikit berkeluh kesah tentang saya, orang-orang suka bercanda keterlaluan, dan juga sedikit orientasi. Bukan apa-apa, hanya saja, saya ingin meluruskan beberapa hal di sini, dan sedikit menyentil orang-orang suka bercanda keterlaluan dan tidak tahu tempat tersebut. Itu pun kalau mereka punya hati untuk bisa merasa disentil. Karena kita sama-sama tahu, meski sama-sama manusia yang dianugerahi otak untuk berfikir dan hati untuk merasa, siapa yang tahu isi pikiran seseorang dan apa yang ia rasakan di dalam hatinya kecuali dia dan tuhan? Terlebih di saat ini tidak sedikit orang yang lagaknya tidak seperti punya otak. Dan saya berharap judul yang saya pilih pada postingan ini tidak menimbulkan anggapan dan pemikiran yang jelek terhadap saya, ataupun pada yang lainnya, karena saya hanyalah manusia biasa. Dan ini sudah menjadi pilihan saya? Kalian mau apa? #MendadakHening

Sebagai seseorang yang suka bercanda saya sangat menyadari, sekeliling saya juga tidak akan terlepas dari orang-orang yang juga suka bercanda. Dan bercandanya seseorang itu berbeda-beda. Kalian pasti tau itu. Ada orang yang bercanda sekedar untuk lucu-lucuan untuk bisa tertawa bareng saja, tapi juga ada orang yang bercanda yang dalam candaannya mengandung penghinaan, diskriminasi dan sebagainya, yang mereka sadari atau tidak, itu sudah bukan kategori bercanda lagi kalau menurut saya. Itu adalah sesuatu yang kurang ajar. Sesuatu yang tidak pantas untuk dilakukan. Oleh siapa pun dan dengan alasan siapa pun. Saya tidak ingin menunjuk dan menyalahkan seseorang di sini, tapi mari kita saling intropeksi diri. Seburuk apa diri kita kalau bercanda dengan teman-teman kita. Bukan apa, ini untuk pembicaraan-pembicaraan yang terjadi di belakang kita setelah semua itu berlalu. Apakah itu pembicaraan positif ataupun negatif [kok rasanya kayak test pack yaaa… Pake positif negatif segala. #Abaikan]

Seperti yang saya alami. Dan ini tidak sekali dua kali. Dan lebih buruknya, berkali-kali dari orang yang sama. Itu yang membuat saya menjadi semakin marah, merasa dihina dan terhina. Bukankah itu sudah [sangat] keterlaluan? Meski saya adalah orang yang humoris, tapi sebagai manusia layaknya, tentu saja ada hal-hal tertentu yang begitu sensitif bagi saya untuk dijadikan sebagai bahan leluconan. Salah satunya adalah orientasi seksual. Bagaimana tidak? Kita sedang membicarakan orientasi seksual. Orientasi seksual loh. Tidak main-main. Sesuatu harga mati untuk harga diri seseorang. Dan rasanya ini sangat sensitif untuk dijadikan bahan leluconan. Dan tentu saja ini masih menurut pendapat pribadi saya sendiri. Kalau menurut pendapat orang lain, itu urusan mereka. Pendapat mereka. Pilihan mereka. Meminjam istilah Jokowi, “Bukan urusan saya”.

Dalam situasi canda-candaan, tidak jarang candaan yang dilemparkan pada saya ini tentang orientasi sex saya. Dan candaan seperti itu datang dari berbagai kalangan, mulai dari teman biasa, teman istimewa, relasi yang absurd, bahkan makhluk asral. Yang terakhir ini sudah keterlaluan. Jelas sekali imajinatifnya. Hehehe.. [di sini saya juga mencoba untuk bercanda, biar tidak kelihatan jelas kalau saya lagi sangat marah]

Yang saya rasakan dalam candaan yang diberikan terselip tekanan, hujatan, diskriminasi dan rasa penasaran yang tidak pada tempatnya. Sehingga niatnya yang bercanda menyinggung perasaan dan harga diri saya, apakah itu sebagai seorang teman, kerabat, musuh, atau sebagai seorang pria. Bagaimana tidak, dengan gamblangnya kata-kata manis yang mengiris kuping itu terlontar di mulut manis mereka begitu saya. Tanpa memikirkan bagaimana efeknya terhadap orang yang mendengarkan. Okelah kalau itu hanya pembicaraan terbatas, tapi terkadang itu di tempat umum. Siapa yang tidak setuju kalau hal ini adalah sesuatu yang sangat memalukan? Jelas ini sangat memalukan.

“feb, cari suami apa istri?” “feb, yang jadi pasangannya suka cowok apa cewek?” “feb, Pwnya nanti cowok apa cewek?” dan semua pertanyaan sejenis lainnya yang sangat mengenaskan kalau menurut pribadi saya. Mungkin niatnya bercanda dan lucu-lucuan, tapi jelas ada modus yang mengirinya. Kalian tau sendiri! Dan karena pada dasarnya saya ini error, hampir disetiap pertanyaan kurang ajar itu selalu saya tanggapi dengan hal yang hampir serupa, bertanya balik. “Bagusnya yang mana? Saya pilih yang enaknya aja.”

Mungkin saya terlihat biasa aja menanggapinya [yaiya lah, udah kering gitu!!!] tapi sebagai seorang pria, itu sudah melukai harga diri dan ego saya. Melukai hati saya yang memang gampang terluka ini. Meminjam [lagi?] tren saat ini, bunuh aja lah berbi ini. Berbi sudah tidak sanggup. *Oaaallahhh. Itu sesuatu yang sangat sensitif. Sesuatu yang sangat privasi. Sesuatu yang tidak layak untuk dijadikan lucu-lucuan. Apakah bagi kalian orientasi seseorang itu sesuatu yang lucu? Hey. . . itu adalah tentang orientasi seseorang lho!!! Dan di sini orang itu adalah saya!!! Kalian ingin tahu bagaimana rasanya mendapat pertanyaan seperti itu meski dalam konteks bercanda? Rasanya seperti kami ingin melemparkan sepatumu yang tidak sengaja menginjak kotoran hewan [manusia juga boelh!! Malah sangat disarankan] ke wajah orang yang telah mempertanyakan orientasi mu itu dengan tidak hormatnya, atau seperti kamu ingin menyiramkan ke kepalanya seember air kotor yang telah dicampur pipir kerbau dengan tidak elitnya, atau seperti kami ingin menyumpahinya dengan semua jenis kata-kata kasar yang menyakitkan telinga jika mendengarnya, kemudian tertawa setan sambil berlari puas karena merasa telah menumpahkan kekesalanmu kepadanya. Andai suatu saat saya lepas kendali, dan dengan kesadaran melalukan satu di antaranya. Bagaimana tidak, sudah saya katakan berulang kali bukan, ini adalah tentang orientasi. Sesuatu yang sangat perlu dijaga dan dihormati.

Terlepas dari apakah orientasi seseorang itu menyimpang atau pun tidak, jelas tidak seorang pun di antaranya yang mau orientasinya dipertanyakan dan dijadikan bahan untuk olok-olokkan. Apakah ia seoarang yang straight, transgender, yaoi, yuri, bisex, sissi, dan macam-macam lainnya. Tetap saja akan kesal kalau sudah menyangkut orientasi mereka yang dipertanyakan dengan tidak elitnya itu. Bercanda boleh, tapi tolong dipilah-pilah. Banyak yang pantas di jadikan haban becandaan, dan beberapa tidak. Tidak semua hal yang bisa dijadikan untuk bahan becandaan dan olok-olokkan. Mari kita saling menghargai dengan selayaknya. Dan jangan sok suci. Di dunia ini siapa yang sempurna? Hanya karena seseorang terlihat sissi, lantas menjadikan ia otomatis yaoi [apalagi transgender. Jangan memukul ratakan semuanya. Itu jelas sesuatu yang sangat beda]. Menyukai suatu yang sama dengan diri dan miliknya. Itu tidak masuk akal. Dan seseorang yang yaoi, sangat sedikit yang sissi. Kalau saya kalian mau berusaha dan sedikit mencari informasi tentang mereka [googling saya ding, oom google tau segalanya] kalian akan terkaget-kaget dengan fakta dan data yang ada dilapangan. Atau baca manga. Ada banyak. Jangan suka menilai buku dari sampulnya. Kalau kamu penasaran dan ingin tahu, bacalah buku itu. Karena itu akan menuntaskan segalanya. Dan lagi, jangan melihat buku itu milik siapa, tapi lihatlah isinya. Dan jangan suka membenarkan apa yang ada dipikiranmu, selagi itu belum ada konfirmasi yang jelas. Karena prasangka dan perlakuan kalian, hanya melemahkan posisi saya sebagai seorang pria. Dan itu sangat menyakitkan.

Dan apapun pilihan saya, apakah itu cowok atau cewek nantinya, bukankah itu adalah pilihan saya? Dan saya tidak ingin membicarakannya di sini. Dan rasanya saya tidak punya tanggung jawab apa-apa untuk menjelaskannya. Dengan kata-kata kasarnya, “toh ini hidup saya. Pilhan saya. Dosa atau nggak nya, itu urusan saya dengan tuhan, bukan?” Kalau kalian masih penasaran juga, bersabarlah untuk beberapa tahun ke depannya. Tunggu dan dengarkan kabarnya dari saya. Apa yang saya pilih pada akhirnya. Terlepas dari apakah kabar itu akan memuaskan rasa penasaran dan kekurangajaran kalian, serta menuntaskan kezaliman kalian pada saya, itu urusan kalian.

Tentang hobi dan kegemaran saya. Itu tidak mencerminkan apa-apa. Sungguh tidak berkorelasi. Berpendapat bahwa seseorang tampan/menarik dengan ingin tidur dengan mereka adalah dua hal yang berbeda.

Padang, kesunyian malam yang tak berujung di sudut kamar kos

  1. 04. 21

5:00

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s