Kondom Orang Dayak

Posted on Updated on

Semalam teman nelpon. Cewek. Seperti biasa, dia curhat-curhat tentang Biasa, dianya curhat-curhat tentang cowoknya yang urutannya entah kesekian itu. sebelum cerita lebih jauh tentang curhat-curhatannya tentang cowok-cowoknya, aku sedikit mau mengenalkan profilnya terlebih dahulu, tidak rinci sih, tapi begitu deh.

Waktu sekolah dulu, boleh dikatakan dia tidak dekat-dekat banget dengan aku, namun tidak bisa juga dikatakan teman biasa. Rumit juga kalau mau menjelaskannya. Dia suka curhat juga baru belakangan ini, setelah beberapa tahun lulus dari sekolah. Dan nggak tau kenapa, kita jadi lebih dekat aja (tidak dalam tanda kutip atau gimana-gimana yea. Aku tegaskan, kita hanya teman aja, tapi bukan teman biasa. Boleh dikatakan kita ini teman curhat satu arah, di mana dia yang selalu curhat sama aku. Bisa kalau kalau aku yang curhat. Hahahhaa) sudah sekitar setahun atau lebih belakangan ini aku berperan menjadi admin dari akun facebook yang dimilikinya, plus pendengar yang bijak dengan instruksi-instruksi di sela-sela waktu curhatannya. Terkadang tidak lupa aku juga menjadi penilai layak atau tidaknya orang yang lagi PDKT sama dia. Macam-macam fungsi yang sudah aku geluti selama prosesi curhatannya. Jangan tanya apa aku juga menjadi pemantau, pengawas ataupun pararazzi dari gebetannya!!! Sebagai teman, macam-macam sudah aku lakuin buat memenuhi keinginannya. Oh ya, di sini aku nggak bakalan menyebutkan namanya, sudah cukup ini saja. Apalagi memberikan daftar nama dari cowok-cowoknya. Bisa kacau pembukuan. Ahhahaha..

Kembali ke permasalahan awal. Kalau boleh aku ngomong, semenjak lulus dari sekolah dulu rata-rata cowok yang pendekatan merangkap cowok yang jadian sama dia itu adalah cowok angkatan atau prajurit, alias tentara bok.., (dasar pecinta tentara). Kalau di tanya, jawabnya apa coba? “Nggak tau..itu aja yang datang. Mau gimana lagi coba?” aneh bukan jawabannya??? Yea emang aneh. Hahahha..

Lantas, apa hubungannya dengan judul postingan kali ini coba? Kondom Orang dayak? Kan nggak nyambung!!! Awal mulanya begini. Dia, pacar temanku itu yang entah urutan keberapa di ranah prajurit, mau tugas ke Pupua bulan sepuluh tahun ini. Tepatnya akalu kita hitung-hitung tentu saja itu adalah bulan Oktober nanti. Banyak hal yang sudah ia ceritakan perihal pacar barunya ini. Mulai dari bagaimana bisa kenalan, mulai pendekatan, bahkan prosesi tembak-menembak (tolong, ini bukan dalam tanda kutip yea tembak-menembaknya..hahahha), bagaimana karakter dan sifat dari cowoknya ini, bagaimana posesifnya cowoknya itu, dan tidak ketinggalan keterpautan usia mereka berdua (teman aku lebih jumlah umurnya dari tu cowok oi…kalau nggak mau dibilang lebih tua sih sebenarnya), bagaimana tuh cowok memberikan alasan terhadap perbedaan usia tersebut (bedanya nggak sampe kayak perbedaan usia antara Raffi Ahmad sama Yuni sara kok). Bahkan saking penasarannya dengan tuh pacarnya, aku pernah bilang mau mendengar seperti apa suara cowoknya tersebut (yang katanya dewasa itu), jadilah kami sambungan tiga nelponnya (apa yea istilahnya, aku lupa..pokoknya itulah). Hanya saja, aku diam membisu ketika itu terjadi. Bisa badai kalau aku sampai ikut bersuara. Hahahhahaa… tapi itu bentar sih kejadiannya, masalahnya tuh cowok lagi ada kesibukan, aku nggak tau itu apa..rempong banget kan kalau aku nanya-nanya? Anehnya, telponnya nggak dimatiin. Dia awalnya bilang lagi ini..ini..ini…trus dia asyik aja lagi bicara sama orang lain, mungkin seniornya (dan aku+temanku itu curiga, nih hp dia kantongin, tapi nggak matiin. Buseettt…Dapat ceritanya dari temanku itu sih, katanya agar dia nggak curiga ini itu kalau dianya bilang lagi sibuk..ehhehehe.. benar-benar cowok impian dia kayaknya..kapan yea aku juga bisa gitu?? Ngareepppp ajha!!)

Kita kembali ke pembicaraan tentang dia yang akan pergi ke Papua. Temanku sempat bilang sama cowoknya itu, kan dianya pergi ke sana berpakaian lengkap, nanti kalau pulangnya jangan sampai hanya pake koteka saja yea…dan anehnya, tuh cowok nggak tau apa itu koteka. Ini entah karena dianya yang polos, nggak pernah belajar, atau apa..masa koteka saja nggak tau? Kan aneh…

Dia nanya, koteka itu apa. Tentu saja temanku itu bingung mau ngejelasinnya kayak gimana. Karena sudah ditanya, tentu saja dia harus jawab. Dan kamu tau apa jawabannya sebagi penjelasan dari pertanyaan cowoknya itu? Koteka adalah Kondom Orang Dayak. Sontak ada aku ketawa mendengarnya. (tidak ada maksud untuk merendahkan orang Papua yea dengan ketawaku ini. Sumpah!!!)

Begini, koteka adalah sesuatu yang biasa dipakai untuk menutupi kemaluan cowok-cowok Papua (bukan berarti orang Papua nggak ada yang pake celana yea..ceritanya, ini adalah tradisional..) kan seluruh dunia sudah pada tau (kecuali nih cowok temanku yang satu ini), kalau cowok-cowok asli Papua itu nggak ada memakai baju atau celana, hanya Koteka doank (tradisional woii…tradisional…aku lempar bata kalau bilang nggak ada orang Papua yang pake celana).

Dan hebatnya, lebih nggak nyambung lagi adalah ketika dia bilang kalau koteka adalah kondom orang dayak. Pertama, koteka dipakai untuk menutupi itunya kaum adam di Papua sana, tentu saja ketika mereka melakukan (ehemm..tau lah..) dengan pasangannya, kotekanya pasti di lepas. Jelas bukan, kalau koteka itu bukan kondom. Kedua, orang Papua itu bukan suku dayak. Suku dayak adanya di Kalimantan. Kalau ingin nmengatakan dengan dengan kalimat yang bagus, begini. Etnis dayak di Indoensia berasal dari pulau Kalimantan (dan ini bukan berarti orang dayak nggak ada yang bermigrasi ke Papua yea..kan masih wilayah Indonesia). Dan nggak mungkin orang dayak make koteka dalam kesehariannya, mereka punya pakaian tradisional mereka sendiri. Dan koteka bukanlah kondom. Karena kita tahu, Indonesia mempunyai kebudayaan yang sangat beranekaragam.

Kesimpulannya, nih temanku jawabnya ngasal aja ketika cowoknya itu nanya koteka itu apa. Sampai di bawa-bawa orang dayak segala. Kan nggak ada hubungannya. Nggak nyambung banget. Benar-benar jawaban yang sangat nyeleneh. Dan aku tertawa bukan merendahkan pakaian orang Papua atau pun orang dayak yea…

Catt:

Sudah cukup lama ak punya keinginan yang sampai sekarang belum juga bisa aku wujudkan. Yakni suatu saat aku pengen berfoto hanya pake koteka saja. Pasti gokil abiss!!! Mudah-mudahan nantinya kesampaian. Heeheee…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s