Mengenang Cinta Sepihakku

Posted on

Aku memulai semua ini dengan penuh kesadaran.

Sama sekali tidak ada yang salah dan tidak ada pula yang perlu dipersalahkan.

Mungkin aku memang bodoh.

Sebagian orang menamakannya dengan cinta bertepuk sebelah tangan,

Yang lainnya menyebut cinta sepihak

Apa pun namanya, aku telah jatuh ke dalam kubangan yang aku buat sendiri.

Ada kalanya saat-saat seperti ini begitu membahagiakan.

Menatapnya. Memperhatikannya. Tanpa harus ia sadari.

Namun juga ada saat aku meneteskan air mata dalam kesendirian karena tidak mampu menahan rindu kepadanya.

Sementara aku terus, terus dan terus memikirkannya. Merindukannya.

Dari drama yang aku tonton,

Untuk mengakhiri cinta sepihak,

Tidak ada cara lain selain mengungkapkannya.

Namun bagaimana bisa…

Bagaimana bisa aku mengungkapkannya?

Ketika ia di dekatku mulutku seperti terkunci.

Lidahku seperti kehilangan kata-katanya.

Dan aku mulai gila.

Benar, cinta sepihak ini aku yang memulainya,

Dan aku tidak tahu harus bagaimana caranya untuk mengakhirinya.

Semakin hari, cinta di hatiku semakin tumbuh.

Dan sampai akhir,

Aku tidak mampu mengungkapkan kata-kata itu,

“Aku mencintaimu, jadilah kekasihku.”

Layaknya seperti laki-laki sejati lainnya.

 

Mengenang Cinta sepihakku…

2013.1224 20:18

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s