99,9% VS 100%

Posted on Updated on

Beberapa waktu yang lalu, ludah lumayan lama sih sebenarnya, gue nonton sebuah drama Korea yang membuat gue menyadari beberapa hal sederhana, namun sangat penting bagi gue. Sesuai dengan kebiasaan gue, baik itu menonton atau pun membaca buku yang gue sukai, gue selalu menuliskan hal-hal yang membuat gue berkesan di buku catatan pribadi gue. Tidak ada maksud atau tujuan khusus, hanya saja gue suka mengutip kata-kata dan menuliskannya kembali, baik itu dengan kutipan yang membabi buta, berubah seperlunya, atau pun sesuatu yang mirip dengan itu, namun disesuaikan dengan kondisi dan cerita gue sendiri.

Dan yang kali ini, sungguh menggelitik gue. Ini tentang sebuah kepercayaan. Kepercayaan yang dapat berada dalam lingkup ilmiah, sosial, tapi bukan bukan kepercayaan dalam lingkup akidah. Nah, dikatakan kalau mempercayai sesuatu itu, kita tidak bisa 100% percaya akan segala sesuatunya (Sudah gue katakan sebelumnya, di sini bukan kepercayaan dalam lingkup akidah ya!!), karena ketika sesuatu itu bila dikatakan 100%, maka akan jelas sekali terliat bohongnya.

Berdasarkan itu pulalah yang membuat gue menyadarinya, ditambah lagi dengan ucapan dosen pengampu mata kuliah Teknik Sampling gue beberapa waktu lalu. Aloi mengatakan bahwa setiap yang kita lalukan (tentu yang beliau bicarakan dalam lingkup statistika pula, apakah itu penelitian, survei atau segala macamnya, pusing gue mikirinnya kala itu) tidak akan ada yang 100% benar semua. Yang ada hanyalah kesalahan yang mendekati NOL. Dengan kata lain, kesalahan yang diperbuat atau yang telah dilakukan sangat kecil, bahkan sangat mendekati NOL. Dan kita tentu tahu, kalau itu tidak hanya berlaku untuk Teknik Sampling saja bukan?

Dan sekarang, dengan pengantar yang gambang dan nggak jelas di atas, mari kita masuk pada poin intinya. Di mana, gue lebih mempercayai bahwa 99,9% adalah hal yang paling meyakinkan di dunia ini, bahkan jika itu dibandingkan dengan 100% sekali pun. Seperti yang terdapat pada iklan-iklan antibakteri atau pun shampooantiketombe yang lalu lalang di televisi, semuanya nyaris mengatakan keyakinan 99,9%. Ada sih beberapa yang di bawahnya.

Dan teranyar, bahkan ketika seseorang melakukan tes DNA, kecocokan maksimal yang diperoleh hanya 99,9%. Dari sekian banyak, tidak satu pun yang berani mengatakan 100%. Karena ketika dikatakan 100%, jelas itu kebohongan belaka. Sehingga gue tidak mempercayai apa pun itu jika dikatakan 100%.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s