Renungan Kesalahan Masa Laluku Tentang Cinta Sejatiku

Posted on Updated on

imagesAku pernah melakukan suatu kesalahan dalam hidupku ini. Kesalahan besar yang pernah aku perbuat. Kesalahan yang mungkin, tidak ada maaf yang mampu mengurangi ataupun menghapusnya. Sampai sekarang, masih sulit rasanya untuk memaksa diriku sendiri mengakui kalau aku pernah melakukannya. Tak pernah aku bermimpi ataupu berharap, kalau aku akan pernah mengalami hidup yang seperti ini. Tak pernah kusangka kalau aku mampu melakukannya.

Aku berusaha untuk menerima diriku sendiri, berharap aku mampu untuk memaafkan diriku kembali atas semuanya yang telah terjadi. Mungkin tidak sekarang, tapi kelak, suatu saat nanti.

Aku ingin memperbaiki diriku sendiri. Memperbaiki apa yang pernah aku rusak sendiri dulunya. Tak ingin aku selamanya terpuruk dalam rasa bersalah. Toh semuanya sudah terjadi. Kata orang bijak, “nasi sudah menjadi bubur.” Dan aku tidak akan menyangkal itu. Aku tidak ingin membohongi hidupku lebih lama lagi.

Dan sang waktu tak akan mampu untuk kuhentikan. Tidak akan bisa kutarik ke masa lalu hanya sekedar untuk memperbaiki kesalahanku di masa itu. Ia tidak akan pernah kembali ataupun mau kembali. Ia akan terus berjalan maju seperti yang seharusnya ditakdirkan baginya. Dan tak peduli apa yang terjadi di kala itu. Satu masa satu kesempatan. Paling tidak, itulah yang dapat diajarkan oleh sang waktu padaku.

Satu masa satu kesempatan. Berarti, cinta sejati hanya datang satu kali seumur hidup. Jika orang yang begitu kita cintai pergi meninggalkan kita, berarti ia bukanlah cinta sejati kita. Tapi akan lain ceritanya jika ia pergi hanya untuk sementara. Dan berjanji akan kembali untuk melanjutkan jalinan cinta yang sudah ada atas alasan yang bisa diterima tentunya. Terkadang, cinta sejati yang datang pada kita bukanlah yang kita harapkan pada mulanya, yang pada akhirnya kita mensykuri karena ia setia berada di sisi kita hingga kita siap untuk menerima keberadaannya. Seperti pendapat yang pada umumnya, soulmate datang dari yang tidak kita duga-duga. Sebuah puisi untuk orang yang dulu pernah mengisi hari-hariku.

Dulu aku pernah berfikir, kalau kau adalah udara bagi kehidupanku

Sesuatu yang akan membuatku berakhir kalau kau tak ada.

Ternyata aku salah…

Kau, bukanlah udara bagiku.

Kau hanyalah semilir angin yang berpura-pura menjadi udara.

Angin selalu bergerak,

Dan tak akan pernah kembali ke tempat yang dulu pernah disinggahinya.

Karena itu hanyalah bagian dari masa lalu baginya.

Yang entah pantas atau hanya menjadi beban kalau diingat.

Begitupun kau yang telah pergi dari hidupku,

Yang ku tau tak akan pernah lagi kembali untukku,

Sehingga membuatku yakin,

Kalau kau bukanlah cinta sejatinya bagiku.

 

 

Halaman pertama dari lembaran kisah hidupku.

Mybadroom, 18 September 2009

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s