Rambut-Rambut Liar Kebencian

Posted on

Setelah begitu lama absen untuk posting di blog gue ini (ya harap di maklumi lah, masih dalam suasana lebaran dan liburan yang panjang. Jarang banget lo gue dapat menikmati liburan panjang kayak ini, biasanya disibukkan dengan aktivitas kuliah yang diiringi dengan tugas yang seabrek. Dan selama Liburan ini gue Cuma cek FACEBOOK dan TimeLine beberapa kali seingat gue. Bukan karena apa-apa, hanya saja gue malas bercokol di dunia maya kalau lagi liburan, ditambah jaringan yang lelet, maklum jaringan kampung bokks.), gue Miki-mikir, apa yang mau gue posting untuk pertama kalinya. Sumpah, buntu, gue nggak ada ide sama sekali. Gue coba cari inspirasi dengan membolak-balik catatan harian plus notebook gue, tetap aja nggak ada inspirasi yang mau menghampiri gue. Kesal. Tentu saja gue kesal setengah mati. Ini akibat terlalu lama liburan dan absen dari segala aktivitas yang biasa gue tekunin.

Tapi gue nggak berpatah arang, di suatu malam ketika malam kedua sebelum gue berangkat ke kota tempat gue kuliah untuk ngelanjutin pendidikan gue, gue lagi ngaca untuk memperhatikan seluruh tubuh gue, dan gue menyadari kalau ada beberapa hal yang sebenarnya sangat gue benci ada di tubuh gue. Banyak malah.

Seperti ini, gue sangat benci dengan rambut-rambut liar yang tumbuh sembarangan di seluruh tubuh gue (kecuali di kepala dan di situ tuh). Dan sepertinya perlu gue kelasi di sini, yang gue bilang adalah rambut, bukan bulu, seperti yang biasa dikatakan oleh masyarakat pada umumnya. Karena menurut hemat gue, istilah bulu yang biasa digunakan oleh masyarakat adalah suatu kekeliruan, yang benarnya adalah rambut. Bulu? Gue nggak mau disamain dengan ayam dan sebangsanya, Cukuplah hanya ayam dan sebangsanya saja itu yang berbulu. (lolololo, kok ngelantur ke mana-mana gini??????:P)

Beberapa orang mengatakan bahwa pria yang punya rambut liar di tubuhnya (ini tergolong jenggot, kumis,ketek, rambut kaki, bahkan rambut dada) adalah pria yang seksi. Dan rumor mengatakan bahwasanya kebanyakan wanita sangat sangat tergila-gila dengan pria yang ditumbuhi oleh rambut-rambut liar yang halus di tubuhnya (dapat dari mana coba rumor yang beginian? Hahahahaaa). Dan denger-dengernya, kebanyakan pria juga beranggapan demikian. Sebagian pria ada yang beranggapan kalau nggak punya rambut liar di sekujur tubuhnya di cap sebagai pria yang nggak macho, nggak romantis, nggak seksi dan semacamnya. Akan ada yang meragukan dan mempertanyakan, “apa kamu seorang pria?” hanya karena nggak punya rambut liar di tubuhnya. Kebanyakan pria beranggapan seperti itu.

Bagi gue, itu semua hanya omong kosong belaka. Tidak ada bukti ilmiahnya, dan sulit dicarikan kebenarannya. Yang ada hanyalah pendapat-pendapat segelintir orang yang tidak berguna dan tidak bertanggung jawab saja dengan apa yang keluar dari mulutnya.

Dan meskipun gue adalah seorang pria yang sudah bisa dikatakan dewasa dari sudut pandang usia, gue tetap saja benci dengan rambut-rambut liar yang tumbuh dengan seenaknya di tubuh gue. Dan sialnya, meskipun gue membencinya, gue adalah salah satu orang di dunia ini yang mempunyai rambut liar yang tumbuh dengan subur di tubuh gue. Rambut liar yang dapat berupa kumis, jenggot, rambut kaki, rambut tangan, bahkan ketek sekali pun, gue sangat membencinya. Benar-benar membencinya. Sehingga gue menamakannya rambut liar kebencian.

Banyak orang-orang yang gue kenal yang sangat menginginkan rambut liar tumbuh di tubuhnya seperti yang gue miliki, tapi mereka tidak memlikinya, dan mereka tidak jarang berusaha untuk menumbuhkannya dengan segala cara. Bertolak belakang dengan diri gue yang sangat ingin mengenyahkan rambut-rambut liar ini dari tubuh gue dengan segala cara pula. Gue benci dengan keadaan yang begini. Keadaan di mana ketika gue sangat ingin membuang sesuatu yang sangat gue benci ini, eh malah ada yang menginginkannya dengan sangat pula. Andai saja gue bisa memberikannya padanya, bantalan gue berikan dengan ikhlas. Begitu pun sebaliknya, ketika orang ingin membuang sesuatu, gue malah sangat ingin memilikinya. Dan sialnya, ia juga tidak bisa memberikannya ke gue. Bukan tidak mau, tapi tidak bisa. Memang benar, manusia tidak akan pernah puas dengan apa yang dimilikinya. Karena itu adalah sifat alami dan bawaan manusia semenjak mereka mulai menginginkan sesuatu.

Namun, berdasarkan informasi yang telah gue peroleh, rambut-rambut liar tersebut akan tumbuh kembali dengan kasar kalau dicukur. Serajin dan sesering apa pun kita mencukurnya, rambut-rambut liar kebencian tersebut akan selalu tumbuh kembali. Menyadari kenyataan ini, membuat gue semakin membencinya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s