Kisah Cinta Abadi: Wol Ryung Dan Seo Hwa (Gu Family Book)

Posted on Updated on

Aku begitu tersentuh dengan kisah cinta Wol Ryung kepada istrinya, Seo Hwa. Mulai dari pertemuan pertama mereka, sampai terakhir kalinya. Meski bangkit kembali dari kematian dengan ingatan yang hilang dan menjelma menjadi iblis 1000 tahun, wol ryung masih tidak bisa melupakan wanita yang begitu dicintainya. Seo Hwa.

 

Wol Ryung

Seo Hwa

Ketika air mata istri yang dulu begitu dicintainya menyentuh kulitnya, ia menjadi bimbang untuk membunuhnya. Melihat istrinya dalam bahaya, ia menjadikan dirinya tameng untuk melindunginya. Saat istrinya menyentuh lukanya dengan tangis, iblis dalam dirinya pergi. Dan cinta itu kembali. Ingatan akan wanita yang dulu rela ia berikan apa saja kepadanya itu kembali. Wol Ryung mengungkapkan, kalau ia merinduinya.

Seo Hwa mengajaknya kembali ke Taman Sinar Rembulan, tempat mereka tinggal dulunya. Angin kencang pun berembus, dan mereka tiba-tiba menghilang. Saat sadar, Seo Hwa telah kembali berada di Taman Sinar Sembulan. Ia keluar, seperti dejavu saat ia pertama kali di sana, ia melihat suaminya untuk pertama kalinya dalam wujud kenangan 20 tahun yang lalu.

Ketika seo hwa menanyakan keadaan Wol Ryung yang teruka tembakan karena melindunginya, Wol Ryung mengatakan, “akhirnya bukan hanya namamu yang bisa kuingat. Akhirnya, aku bisa mengingat wajahmu. Begitu hari sore nantinya, kembalilah ke tempat manusia hidup, aku bahkan tak tahu kapan ingatan ini akan menghilang.”

Ketika Wol Ryung pergi, Seo Hwa meminta maaf. Ia mengatakan, saat itu ia masih terlalu muda. Hatinya tak cukup kuat untuk memikul cinta Wol Ryung kepadanya. Dan ia meminta maaf karena telah melukainya. Meminta maaf karena telah menyakitinya.

Setelah 20 tahun menunggu jika ada kesempatan untuk bertemu kembali dengan suami yang dicintainya, Seo Hwa mengeluarkan pisau yang dulu harusnya digunakan Wol Ryung untuk menusuk jantungnya, agar ia terbebas dari kutukan menjadi iblis 1000 tahun. Seo Hwa mengatakan ia selalu menyimpannya seperti benda yang sangat penting baginya. Suatu hari nanti, jika ia bertemu dengan wol Ryung, jika ia bisa bertemu dengan wol Ryung, agar Wol Ryung bisa berubah seperti dulu, jika itu semua mungkin, ia rela meninggalkan semuanya agar itu terwujud.

Ketika wol Ryung bertanya apa maksudnya, Seo Hwa mengatakan, dalam hidup abadi Wol Ryung, mungkin ia tak berarti dibandingkan hembusan angin. tapi ia memohon untuk diingat. Baginya, Wol Ryung adalah segalanya. Dan ketika Wol Ryung meminta jangan, ia telah menusuk tepat di jantungnya dengan pisau itu. Wol Ryung berteriak memanggil namanya, menangis, dan mohon padanya untuk melepaskan tangannya dari pisau itu. Seo Hwa mengatakan, “aku mencintaimu, Wol Ryung. Dan maafkan aku. Semua ini kulakukan karena aku sangat mencintaimu.”

Seo Hwa menutup matanya untuk selamanya. Wol Ryung menangisi istrinya yang telah tiada di pelukannya. Air matanya yang bercucuran jatuh menimpa wajah istrinya. Dan cahaya biru yang biasa muncul padanya, kembali terlihat beterbangan di Taman Sinar Rembulan. Semua kenangan mereka dari awal terlintas kembali satu per satu. Dan seketika Wol Ryung telah kembali menjadi seperti dulu. Ia menangis, menangis meneriaki nama istrinya, Seo Hwa, yang tak akan pernah lagi menjawab panggilannya.

Dan yang paling membuatku terharu dari kisah cinta Wol Ryung dan Seo Hwa adalah, kata-kata terakhir Wol Ryung dalam tangisnya saat ia memeluk tubuh istrinya yang telah tiada tersebut.

“Aku tak membencimu. Aku hanya sangat merindukanmu. Aku tak menyalahkanmu, Aku sangat mencintaimu. Aku mencintaimu, Seo Hwa.”

Ia memohon agar istrinya membuka matanya. Hari pun hujan. Alam seperti menggambarkan bagaimana perasaan Wol Ryung kehilangan istri yang begitu dicintainya. Bahkan di saat ia telah menjelma menjadi iblis 1000 tahun sekalipun. Ia masih tidak bisa melupakan wanita, untuk pertama kali dalam hidupnya yang telah 1000 tahun, mampu membuat jantungnya berdebar. Sehingga menginginkannya untuk berubah menjadi manusia, dan hidup bersama istri yang dicintainya.

Akhirnya, sebelum ia mengabulkan keinginan terakhir istrinya, untuk bersama selamanya. Tak akan pernah berpisah lagi. Ia menemui anaknya. Kang Chi. Ketika Kang Chi mengatakan kalau ia mendengar bahwa ibunya mengkhianati ayahnya dulu, aku sangat suka dengan jawaban yang diberikan oleh Wol Ryung.

  “Mungkin, karena aku yang mengacaukan kepercayaan kami lebih dulu. Rasa takut kalau mungkin dia mengkhianatiku, mungkin membuatku berubah menjadi iblis. Bukan salah siapa-siapa kalau aku berubah menjadi iblis, tapi itu salahku sendiri. Ketakutan itulah yang telah membuatku berubah.”

 

“Lebih baik tidak membenci maupun membalas dendam pada siapa pun. Perasaan seperti itu bertentangan dengan hukum alam. Banyak orang mendapatkan yang sepantasnya saat mereka menjalani kehidupan mereka. “

“Jangan takut dengan pilihanmu. Saat kau kalah dengan ketakutanmu, kau akan kehilangan segalanya.”

“Kebalikan dari kepercayaan adalah ketakutan.”

Wol Ryung akhirnya menemani istrinya untuk selamanya di tempa tinggal mereka dulunya, Taman Sinar Sembulan. Cahaya biru itu muncul kembali di Taman Sinar Rembulan, dan tanaman tumbuh begitu saja menutupi pintu masuk gua dan seluruh Taman Sinar Rembulan. Menyembunyikannya dari dunia luar, sehingga tidak akan ada siapa pun di dunia yang akan ditunjukkannya jalan untuk sampai ke Taman Sinar Rembulan.

 

Mereka berbaring berdampingan di sana untuk selamanya. Memperlihatkan cinta abadi yang mereka miliki satu sama lainnya. Benar-benar satu dari sekian banyak kisah cinta yang membuatku menitikkan air mata. Wol Ryung, Seo Hwa.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s